Batam-Targetaktual.com] Awal tahun 2026 dimaknai Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam sebagai momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian. Melalui Apel Perdana Tahun 2026 yang digelar di halaman kantor Rutan Batam, Senin (5/1/2026), seluruh jajaran diajak untuk kembali menyatukan langkah dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan pemasyarakatan.
Apel dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, dan diikuti oleh seluruh pegawai, pejabat struktural, serta peserta magang. Suasana apel berlangsung tertib dan penuh semangat, mencerminkan kesiapan aparatur Rutan Batam dalam menyongsong tantangan tugas di tahun yang baru.
Dalam amanatnya, Fajar menegaskan bahwa tahun 2026 membawa tantangan yang semakin kompleks bagi aparatur pemasyarakatan. Oleh karena itu, setiap pegawai dituntut tidak hanya bekerja sesuai rutinitas, tetapi juga mampu beradaptasi dan menghadirkan inovasi yang berdampak nyata.
“Setiap dari kita memiliki peran penting. Bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi memastikan tugas itu memberi manfaat, baik bagi institusi, warga binaan, maupun masyarakat,” ujar Fajar.
Ia menekankan bahwa profesionalisme dan integritas harus menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas. Menurutnya, aparatur pemasyarakatan memikul tanggung jawab besar, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam memastikan hak-hak warga binaan tetap terpenuhi secara bermartabat.
Selain penguatan kinerja internal, Fajar memberi perhatian khusus pada kualitas pelayanan publik. Ia menilai pelayanan yang cepat, transparan, dan humanis merupakan cerminan hadirnya negara dalam melindungi dan membina warganya.
“Pelayanan yang baik bukan hanya soal prosedur, tetapi juga soal sikap. Cara kita melayani akan menentukan kepercayaan masyarakat kepada institusi pemasyarakatan,” katanya.
Fajar juga mengajak seluruh jajaran untuk membangun budaya kerja yang lebih terbuka terhadap perubahan. Menurutnya, inovasi harus lahir dari setiap lini, baik dalam pengamanan, pembinaan, maupun pelayanan administrasi.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Inovasi harus tumbuh dari kesadaran bersama, dengan tetap menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme,” ujarnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa pemasyarakatan sejatinya adalah ruang pembinaan dan proses reintegrasi sosial, bukan semata-mata tempat menjalani pidana.
“Warga binaan adalah manusia yang sedang menjalani proses pembinaan. Pendekatan humanis harus menjadi budaya kerja kita agar pemasyarakatan benar-benar memberi harapan,” kata Fajar.
Apel perdana ini juga menjadi ajang konsolidasi internal untuk memperkuat soliditas dan sinergi antarsesama pegawai. Dengan disiplin, kerja sama, dan semangat kebersamaan, Rutan Batam diharapkan mampu merealisasikan seluruh program kerja dan target kinerja yang telah ditetapkan sepanjang tahun 2026.
Pelaksanaan apel tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional pemasyarakatan yang menekankan transformasi layanan, penguatan tata kelola, serta peningkatan kualitas pembinaan warga binaan. Pemerintah mendorong seluruh unit pelaksana teknis pemasyarakatan untuk menghadirkan pelayanan yang berkeadilan, berbasis hak asasi manusia, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam konteks tersebut, Rutan Batam diharapkan mampu menerjemahkan kebijakan nasional ke dalam langkah-langkah konkret di tingkat satuan kerja, melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan disiplin, serta pelayanan yang semakin responsif dan manusiawi.
Dengan semangat awal tahun, jajaran Rutan Batam meneguhkan komitmen untuk bekerja tidak hanya dengan aturan, tetapi juga dengan hati demi pemasyarakatan yang lebih bermakna dan berdaya guna bagi masyarakat.


.jpg)












