Advertisement
Advertisement
Daerah  

Solidaritas Warga Bintan, Pekerja Migran Indonesia dari Kamboja Berhasil Dipulangkan ke Tanjung Uban

Kolaborasi masyarakat sipil, yayasan sosial, dan pemerintah daerah menjadi contoh nyata kepedulian terhadap perlindungan Pekerja Migran Indonesia di luar negeri

Bintan-Targetaktual.com]  Kepedulian dan solidaritas masyarakat kembali menunjukkan kekuatannya. Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bintan Utara bersama anaknya akhirnya berhasil dipulangkan dari Kamboja ke Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, berkat sinergi warga, organisasi sosial, dan pendampingan lembaga perlindungan pekerja migran, Sabtu (28/12/2025).

Upaya pemulangan tersebut difasilitasi oleh Aliansi Masyarakat Bintan Utara bekerja sama dengan Yayasan Embun Pelangi, serta mendapat apresiasi dari Yayasan Bakti Tuah Madani melalui Satuan Tugas Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Langkah ini dinilai sebagai wujud kepedulian sosial yang kuat terhadap nasib PMI di luar negeri, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan akses bantuan formal.

Ketua BP3MI Kepulauan Riau, Kombes Imam Riyadi, SIK., M.H., menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat yang secara sukarela bergerak membantu pekerja migran. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dalam isu perlindungan PMI merupakan bentuk solidaritas sosial yang jarang ditemui namun sangat inspiratif.

“Kepedulian masyarakat terhadap pekerja migran Indonesia di luar negeri adalah contoh solidaritas sosial yang patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa perlindungan PMI bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat,” ujar Imam Riyadi.

Aliansi Masyarakat Bintan Utara sendiri digagas oleh tokoh masyarakat Bang Lan bersama sejumlah elemen warga, antara lain Syam Ahmad Tauhid, Darsono, Norman, Seyam, Suharto Yudi, dan Ham. Mereka menggalang dukungan publik melalui pengumpulan donasi terbuka untuk membantu pembiayaan proses deportasi mandiri pekerja migran asal Bintan yang berada di Kamboja.

Dana yang terkumpul digunakan untuk memastikan proses pemulangan berjalan aman dan manusiawi, dengan pendampingan intensif dari Yayasan Embun Pelangi sebagai mitra lapangan. Koordinasi dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari komunikasi dengan PMI bersangkutan hingga pengaturan proses kepulangan ke daerah asal.

Perwakilan Yayasan Embun Pelangi, Ekareti, mengungkapkan bahwa Aliansi Masyarakat Bintan Utara menunjukkan sikap proaktif dan komitmen tinggi selama proses pendampingan berlangsung. Ia menilai kepedulian tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral masyarakat terhadap pekerja migran asal daerahnya.

“Kami sangat mengapresiasi solidaritas luar biasa dari Aliansi Masyarakat Bintan Utara. Kepedulian ini tidak hanya membantu secara materi, tetapi juga memberikan harapan dan rasa aman bagi pekerja migran. Semoga gerakan sosial seperti ini terus berlanjut dan menginspirasi masyarakat lainnya,” ujar Ekareti.

Sementara itu, Wakil Ketua Aliansi Masyarakat Bintan Utara, Ruslan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik melalui donasi maupun dukungan moral, dalam aksi kemanusiaan tersebut.

“Kami berharap apa yang kami lakukan ini menjadi amal bagi kita semua. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keberkahan bagi siapa pun yang peduli terhadap sesama, khususnya pekerja migran Indonesia yang berada dalam kondisi sulit,” kata Ruslan.

Di sisi lain, Satgas PMI Yayasan Bakti Tuah Madani mengingatkan masyarakat yang ingin membantu pekerja migran Indonesia di luar negeri agar selalu menempuh jalur informasi dan prosedur yang benar. Langkah ini penting untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran, aman, serta tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Kasus pemulangan PMI asal Bintan ini menjadi gambaran bahwa kolaborasi antara masyarakat, lembaga sosial, dan pemerintah dapat menjadi kekuatan besar dalam memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia, terutama di situasi darurat dan keterbatasan akses bantuan formal.

GIF - Animated Banner Ads - 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *