Advertisement
Advertisement
Daerah  

Video Asusila Diduga Libatkan Pejabat Pemko Batam Viral, Publik Desak Penyelidikan Transparan

Batam-Targetaktual.com] Jagat media sosial di Batam kembali diguncang. Sebuah rekaman video call bermuatan asusila yang diduga melibatkan seorang pejabat aktif di lingkungan Pemerintah Kota Batam mendadak viral dan menyebar luas melalui pesan berantai WhatsApp sejak beberapa hari terakhir.

Dalam video berdurasi singkat itu, tampak seorang pria yang disebut-sebut mirip dengan salah satu pejabat eselon di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, berinisial GR, tengah melakukan panggilan video dengan seorang perempuan muda. Sosok pria tersebut terlihat melakukan tindakan yang dinilai tidak pantas dan melanggar norma kesusilaan, dengan mempertontonkan bagian tubuh intimnya di depan kamera.

Percakapan dalam rekaman itu semakin memancing sorotan publik setelah terdengar suara perempuan lawan bicara yang melontarkan kalimat bernada provokatif.

Interaksi keduanya dinilai mengarah pada tindakan asusila yang tidak hanya melanggar etika sosial, tetapi juga berpotensi menyeret pelakunya ke ranah hukum.

Video tersebut dengan cepat menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan warganet, aktivis, hingga awak media lokal. Sejumlah potongan rekaman bahkan beredar di berbagai grup percakapan, memicu spekulasi liar sekaligus kegelisahan publik terhadap integritas aparatur sipil negara.

Bila dugaan keterlibatan pejabat publik itu terbukti benar, kasus ini tidak bisa dipandang sebagai urusan privat semata.

Seorang pejabat pemerintah, terlebih yang masih aktif, terikat oleh kewajiban menjaga etika, moral, serta marwah institusi negara. Tindakan asusila, meskipun dilakukan di ruang personal, dapat berdampak langsung pada kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

“Ini bukan soal gosip, tapi soal integritas pejabat publik,” ujar seorang tokoh masyarakat Batam yang meminta namanya tidak disebutkan. Ia menilai pemerintah daerah tidak boleh bersikap pasif menghadapi isu serius yang berpotensi merusak kredibilitas birokrasi.

Desakan agar aparat penegak hukum segera turun tangan pun menguat. Masyarakat meminta Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau melakukan penyelidikan menyeluruh, mulai dari uji keaslian video, penelusuran identitas pihak-pihak yang terlibat, hingga kemungkinan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) maupun aturan disiplin ASN.

Di sisi lain, penyebaran video bermuatan asusila itu sendiri juga berpotensi melanggar hukum. Pakar hukum menilai, siapa pun yang menyebarkan konten tersebut dapat dijerat pasal terkait distribusi konten pornografi, terlepas dari siapa sosok yang ada di dalam rekaman.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pejabat yang diduga terlibat maupun klarifikasi dari Pemerintah Kota Batam.

Sikap diam ini justru memunculkan tanda tanya di tengah publik dan memperbesar ruang spekulasi.

Publik kini menunggu langkah tegas: apakah aparat penegak hukum dan pemerintah daerah akan membuka kasus ini secara terang-benderang, atau membiarkannya tenggelam sebagai skandal yang berlalu tanpa pertanggungjawaban.

Di tengah tuntutan transparansi dan akuntabilitas, diam bukanlah pilihan yang bijak.

GIF - Animated Banner Ads - 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *