Batam-Targetaktual.Com] Kabar duka menyelimuti jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Polda Kepulauan Riau. Salah satu anggota Bidhumas Polda Kepri, Ipda Supriadi, S.H., meninggal dunia saat menjalankan tugas kedinasan di Jakarta, Kamis (16/4/2026) dini hari.
Almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 00.30 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, saat mengikuti kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri.
Kepergian Ipda Supriadi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Polda Kepri, khususnya di lingkungan Bidhumas serta rekan-rekan di Polresta Barelang.
Kapolda Kepulauan Riau dalam keterangannya menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya salah satu personel terbaiknya.
“Kami sangat berduka atas kepergian Ipda Supriadi. Beliau adalah sosok anggota Polri yang berdedikasi tinggi, loyal, dan memiliki kepedulian besar terhadap masyarakat. Kehilangan ini tentu menjadi duka bagi kami semua,” ujar Kapolda Kepri.
Kapolda juga menegaskan bahwa almarhum merupakan figur yang mampu menjalankan tugas kehumasan dengan baik, serta menjadi jembatan komunikasi antara Polri dan masyarakat.
Hal senada disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri yang menilai Ipda Supriadi sebagai personel yang memiliki integritas dan semangat pengabdian yang tinggi.
“Almarhum dikenal sebagai pribadi yang humanis, komunikatif, dan selalu total dalam menjalankan tugas. Di bidang kehumasan, beliau mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat maupun media,” ujar Kabid Humas Polda Kepri.
Di kalangan rekan sejawat dan masyarakat, Ipda Supriadi juga dikenal dengan panggilan “Joker”. Julukan tersebut mencerminkan kepribadiannya yang humoris dan mampu mencairkan suasana dalam berbagai situasi.
Meski dikenal santai, perjalanan hidup almarhum dalam meraih cita-cita tidaklah mudah. Ia diketahui sempat mengalami kegagalan hingga tiga kali dalam seleksi kepolisian sebelum akhirnya berhasil lulus pendidikan pada tahun 2001 di SPN Pekanbaru.
Sejak saat itu, ia mengabdikan diri di wilayah Batam dan terus menunjukkan dedikasi tinggi dalam setiap penugasan, khususnya di bidang kehumasan yang menuntut interaksi aktif dengan masyarakat.
Selain aktif dalam tugas, almarhum juga dikenal luas melalui aktivitasnya di media sosial. Ia kerap membagikan konten yang mengedukasi sekaligus menghibur, sehingga semakin mendekatkan institusi Polri dengan masyarakat.
Kecintaannya terhadap musik, khususnya grup Slank, turut mencerminkan karakter dirinya yang sederhana dan merakyat, menjadikannya sosok yang mudah diterima di berbagai kalangan.
Kepergian Ipda Supriadi tidak hanya menjadi kehilangan bagi institusi Polri, tetapi juga bagi masyarakat yang selama ini mengenalnya sebagai sosok pelindung sekaligus sahabat.
Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai pihak. Mereka berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, serta diterima seluruh amal ibadahnya.
Sementara itu, keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini.
Kepergian Ipda Supriadi menjadi pengingat akan dedikasi seorang anggota Polri yang menjalankan tugas hingga akhir hayatnya—sebuah teladan yang akan terus dikenang oleh institusi dan masyarakat luas.


.jpg)












