Anambas-Targetaktual.com] Kabupaten Kepulauan Anambas mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi daerah kepulauan tersebut mencapai 15,54 persen secara kumulatif sepanjang tahun 2025.
Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Anambas, Adi Cahyadi, mengatakan pertumbuhan ekonomi tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas sektor pertambangan minyak dan gas bumi (migas), terutama setelah beroperasinya dua ladang migas baru di wilayah tersebut.
“Berdasarkan data yang kami himpun, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Anambas pada tahun 2025 memang menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau,” kata Adi Cahyadi, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan aktivitas ekonomi tersebut terlihat jelas pada capaian pertumbuhan ekonomi di triwulan IV tahun 2025 yang mencapai 17,36 persen secara tahunan atau year-on-year.
“Pada triwulan IV tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Anambas tercatat sebesar 17,36 persen secara year-on-year. Sementara secara kumulatif sepanjang tahun 2025 mencapai 15,54 persen,” ujarnya.
Menurutnya, lonjakan pertumbuhan ekonomi ini tidak lepas dari meningkatnya produksi minyak dan gas bumi di wilayah Kepulauan Anambas.
Salah satu faktor utamanya adalah mulai beroperasinya dua ladang migas baru, yakni Forel dan Terubuk, yang meningkatkan produksi minyak bumi dan gas alam di kawasan tersebut.
“Produksi migas yang meningkat dari ladang Forel dan Terubuk menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.
Sepanjang tahun 2025, sektor pertambangan dan penggalian di Kabupaten Kepulauan Anambas bahkan mencatat pertumbuhan hingga 19,04 persen, menjadikannya sektor paling dominan dalam mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Kepulauan Anambas di posisi teratas dibandingkan sejumlah daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau.
Sebagai perbandingan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Natuna tercatat sebesar 10,49 persen, Kota Batam 6,76 persen, Kabupaten Bintan 6,43 persen, Kabupaten Karimun 5,44 persen, Kabupaten Lingga 3,53 persen, dan Kota Tanjungpinang 3,31 persen.
BPS menilai pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini menunjukkan adanya akselerasi aktivitas ekonomi di wilayah Kepulauan Anambas dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski demikian, BPS berharap pemerintah daerah tetap mendorong penguatan sektor ekonomi lainnya agar pertumbuhan yang terjadi tidak hanya bertumpu pada sektor migas.
Pengembangan sektor lain seperti kelautan dan perikanan, pariwisata, serta sektor jasa dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Bupati Kepulauan Anambas Aneng mengatakan capaian pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan yang terus berupaya membangun daerah.
Menurutnya, potensi sumber daya alam dan ekonomi di Kabupaten Kepulauan Anambas masih sangat besar untuk terus dikembangkan.
“Capaian ini bukan hanya keberhasilan pemerintah daerah, tetapi juga keberhasilan seluruh masyarakat Anambas yang terus bekerja keras membangun daerah,” kata Aneng.
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya memperkuat sektor-sektor unggulan daerah guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Beberapa sektor yang menjadi fokus pengembangan antara lain sektor kelautan dan perikanan, pariwisata, serta membuka peluang investasi yang lebih luas di Kabupaten Kepulauan Anambas.
“Anambas memiliki potensi besar yang akan terus kami optimalkan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dengan capaian pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau, Kabupaten Kepulauan Anambas dinilai semakin menunjukkan potensinya sebagai daerah kepulauan yang mampu berkembang pesat dan menarik peluang investasi di masa depan.


.jpg)












