Batam-Targetaktual.com]Pemerintah resmi memperluas sasaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memasukkan guru dan tenaga kependidikan sebagai penerima manfaat. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 yang terbit pada Desember lalu.
Di Kota Batam, implementasi kebijakan tersebut mulai direalisasikan secara bertahap sejak Sabtu (10/1/2025). Penyaluran MBG bagi guru dan tenaga kependidikan dilakukan setelah proses pendataan di masing-masing sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selesai dilakukan.
Ketua Koordinator SPPG Kota Batam, Defri Frenaldi, mengatakan bahwa guru dan tenaga kependidikan secara resmi masuk dalam kelompok penerima manfaat MBG sebagaimana diatur dalam Perpres 115 Tahun 2025.
“Sesuai Perpres 115 Tahun 2025, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan termasuk dalam penerima manfaat MBG,” ujar Defri, Senin (12/1/2025).
Defri menjelaskan, proses pendataan penerima MBG di Batam saat ini baru saja rampung dan masih terus berlanjut di masing-masing SPPG. Oleh karena itu, penyaluran MBG bagi guru dan tenaga kependidikan belum dapat dilakukan secara serentak di seluruh sekolah.
“Sekarang di Batam kita baru selesai mendata dan masih berlanjut di masing-masing SPPG. MBG untuk guru dan tenaga kependidikan akan dilaksanakan mulai besok secara bertahap,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan bertahap dilakukan karena masih terdapat sejumlah sekolah yang belum melengkapi administrasi sebagai syarat penyaluran program. Padahal, secara prinsip pemerintah berharap seluruh sekolah dapat menerima MBG secara bersamaan.
“Maunya tentu serentak, seluruh sekolah sama. Namun karena administrasi masih ada yang belum lengkap, maka kita lakukan secara bertahap,” jelas Defri.
Terkait mekanisme penyaluran, Defri memastikan tidak ada perbedaan antara MBG yang diterima guru dan tenaga kependidikan dengan peserta didik. Seluruh penerima akan mendapatkan makanan menggunakan ompreng yang sama.
“Mekanisme penyalurannya sama seperti peserta didik, tetap menggunakan ompreng. Jadi guru diharapkan bisa makan bersama peserta didik,” ujarnya.
Sejauh ini, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Batam berjalan lancar tanpa kendala berarti. Tantangan utama hanya terkait penyesuaian waktu, mengingat aktivitas sekolah baru kembali berjalan setelah libur.
“Alhamdulillah belum ada kendala berarti, hanya penyesuaian waktu saja. Sekolah baru masuk pada Senin, 5 Januari, sementara MBG mulai berjalan pada 8 Januari,” ungkap Defri.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa guru dan pegawai sekolah memang wajib mendapatkan Program Makan Bergizi Gratis sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 115 Tahun 2025.
“Perpres Presiden Nomor 115 itu keluar bulan Desember. Di situ sudah tertulis bahwa guru dan tenaga kependidikan mendapatkan MBG,” kata Nanik saat meninjau pelaksanaan MBG di SMK Negeri 1 Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2025).
Menurut Nanik, penerima MBG dari unsur sekolah tidak hanya terbatas pada guru, tetapi juga mencakup seluruh tenaga kependidikan lainnya.
“Tenaga kependidikan itu termasuk petugas kebersihan sampai pegawai tata usaha di sekolah,” tegasnya.


.jpg)












