Lingga-Targetaktual.com] Seorang remaja penyandang disabilitas berusia 17 tahun bernama Zaki, warga Desa Kote, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan pantai yang berada tak jauh dari rumah neneknya, Kamis (8/1/2026).
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada siang hari. Saat itu, Zaki diketahui sedang bermain di bawah pohon rambutan yang berada di dekat bibir pantai, lokasi yang kerap menjadi tempatnya beraktivitas sehari-hari.
Zaki merupakan remaja penyandang disabilitas yang sejak kecil tinggal bersama kakek dan neneknya di Desa Kote. Sementara itu, ibu korban diketahui bekerja di Jakarta untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Bermain di Pantai Saat Nenek Masuk ke Dapur
Paman korban, Iwan, mengatakan bahwa sebelum kejadian, Zaki bermain seperti biasa dengan didampingi neneknya. Namun, pada satu waktu, nenek korban meninggalkan Zaki sejenak untuk memasak di dapur.
“Zaki bermain di tempat yang biasa, di bawah pohon rambutan dekat pantai. Saat itu neneknya masuk ke dapur, jadi Zaki bermain sendiri,” ujar Iwan saat ditemui di rumah duka.
Menurut Iwan, tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelum kejadian. Pantai tersebut selama ini memang dikenal sebagai area yang kerap didatangi anak-anak setempat untuk bermain, terutama saat air laut sedang surut.
Hilang Usai Salat Zuhur
Setelah menunaikan salat Zuhur, nenek Zaki kembali ke lokasi tempat cucunya bermain. Namun, Zaki sudah tidak terlihat di sekitar pohon rambutan.
Merasa khawatir, nenek korban langsung mencari ke sekitar rumah dan meminta bantuan warga setempat. Pencarian pun dilakukan secara bersama-sama.
“Saya melihat nenek Zaki mondar-mandir sambil memanggil nama cucunya. Saya dan beberapa warga langsung ikut membantu mencari,” kata Iwan.
Warga menyisir area sekitar rumah, kebun, hingga pinggir pantai. Karena tidak ditemukan, pencarian kemudian diperluas ke arah laut.
Ditemukan Tenggelam di Laut
Salah seorang warga akhirnya melakukan pencarian ke perairan laut yang berada tak jauh dari lokasi awal korban bermain. Zaki kemudian ditemukan di sekitar pohon perpat yang berada di perairan pantai.
“Korban ditemukan dalam keadaan tenggelam. Saat diangkat dari laut, Zaki masih bernapas,” ujar Iwan.
Warga bersama keluarga korban segera membawa Zaki ke Puskesmas Desa Lanjut untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, meski sempat mendapat pertolongan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Pihak puskesmas menyatakan Zaki meninggal dunia tidak lama setelah tiba di fasilitas kesehatan tersebut.
Dimakamkan di Desa Kote
Jenazah Zaki kemudian dibawa kembali ke rumah duka di Desa Kote untuk dilakukan pemulasaraan. Keluarga berencana memakamkan almarhum pada hari yang sama di pemakaman setempat.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Desa Kote. Sejumlah warga berharap agar kejadian serupa tidak terulang, khususnya di kawasan pesisir yang dekat dengan permukiman.
Warga juga mengimbau agar pengawasan terhadap anak-anak, terutama penyandang disabilitas, dapat lebih ditingkatkan, mengingat kondisi lingkungan pantai yang memiliki risiko tinggi.


.jpg)












