Advertisement
Advertisement

Indonesia Capai Swasembada Beras Total, Stok Awal 2026 Tembus 12,5 Juta Ton Tanpa Impor

Pemerintah memastikan pasokan beras nasional berada pada level paling aman sepanjang sejarah, didukung sepenuhnya oleh produksi petani dalam negeri

Jakarta-Targetaktual.com]  Pemerintah mengumumkan capaian penting dalam sejarah ketahanan pangan nasional. Indonesia resmi mencapai swasembada beras secara penuh dengan stok awal tahun 2026 mencapai 12,529 juta ton, seluruhnya berasal dari produksi dalam negeri tanpa dukungan impor.

Capaian tersebut disampaikan Badan Pangan Nasional (Bapanas) berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 yang disusun dari data lintas kementerian dan lembaga. Angka ini menunjukkan lonjakan signifikan hingga 203 persen dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan bahwa peningkatan stok beras nasional mencerminkan keberhasilan kebijakan pemerintah dalam memperkuat produksi dan distribusi pangan dalam negeri.

“Lonjakan stok ini merupakan bukti konkret bahwa Indonesia telah berada pada jalur swasembada beras yang berkelanjutan. Produksi petani lokal mampu mencukupi kebutuhan nasional,” ujar Ketut Astawa.

Carry Over Stock Jadi Penopang Utama Stok Nasional

Stok awal tahun 2026 sepenuhnya berasal dari carry over stock atau sisa persediaan tahun 2025. Tidak terdapat satu pun kontribusi impor dalam pembentukan stok tersebut. Hal ini menegaskan kemandirian pangan nasional sekaligus menunjukkan konsistensi pemerintah dalam menahan kebijakan impor beras.

Dari total stok 12,529 juta ton, sebanyak 3,248 juta ton merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Perum Bulog. Sementara sisanya tersebar di berbagai sektor, mulai dari rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan padi, pedagang, hingga sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).

Bapanas mencatat tren peningkatan stok beras nasional berlangsung sangat pesat. Pada awal 2024, stok beras tercatat sebesar 4,134 juta ton, meningkat menjadi 8,402 juta ton pada awal 2025, dan kembali melonjak menjadi 12,529 juta ton di awal 2026 atau tumbuh 49,12 persen secara tahunan.

Pemerintah Pastikan Tidak Ada Impor Beras Sepanjang 2026

Dengan kondisi stok yang dinilai sangat aman, pemerintah memastikan tidak akan melakukan impor beras, baik untuk konsumsi maupun bahan baku industri, sepanjang tahun 2026. Keputusan tersebut telah disepakati dalam forum koordinasi lintas kementerian yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Kebijakan ini melanjutkan langkah serupa yang telah diterapkan pada tahun 2025. Pemerintah juga mendorong pelaku usaha pangan untuk mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal, termasuk beras pecah dan beras ketan pecah, guna menyerap produksi dalam negeri secara maksimal.

Stok Aman Hingga Ramadhan dan Lebaran 2026

Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kondisi perberasan nasional saat ini berada pada level paling aman sepanjang sejarah Indonesia.

“Ini adalah stok beras tertinggi di akhir tahun selama Indonesia merdeka. Bukan hanya aman, tetapi sangat aman. Tanpa impor, cadangan beras pemerintah kita melampaui 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah,” kata Amran.

Ia memastikan ketersediaan beras nasional mencukupi hingga periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026, sekaligus mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen.

Pemerintah Fokus Lindungi Petani

Amran menambahkan bahwa surplus beras nasional bukan semata soal angka produksi, tetapi juga mencerminkan keberpihakan kebijakan pemerintah terhadap petani. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga kesejahteraan petani agar tidak dirugikan dalam sistem pangan nasional.

“Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan. Mereka tidak boleh rugi dan harus sejahtera, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” tegas Amran.

Dengan capaian ini, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional akan semakin kuat dan berkelanjutan, sekaligus memperkokoh kedaulatan pangan Indonesia di tengah dinamika global.

GIF - Animated Banner Ads - 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *