Advertisement
Advertisement

Korlap SPPG Dibacok Oknum Security di Batam, Diduga Sakit Hati Sering Ditegur

Insiden pembacokan terjadi di Sagulung, Batam. Korban mengalami luka serius di leher dan harus mendapat lebih dari 20 jahitan, sementara pelaku masih buron.

Kanit Polsek Sagulung Ipnu Anwar Aris saat diwawancara di Polsek Sagulung, Jumat (26/12/25)

BatamTargetaktual.com] Kasus kekerasan kembali terjadi di Kota Batam, Kepulauan Riau. Seorang Koordinator Lapangan (Korlap) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh seorang oknum petugas keamanan (security). Aksi brutal tersebut dipicu oleh rasa sakit hati pelaku yang disebut sering ditegur korban saat bekerja.

Peristiwa pembacokan itu terjadi pada Sabtu malam, 21 Desember 2025, sekitar pukul 23.30 WIB, di Kavling Seroja Dapur, Jalan Dapur 12, Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kota Batam.

Korban diketahui berinisial S (33). Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian leher kiri tepat di bawah telinga akibat sabetan senjata tajam jenis parang.

Korban Alami Luka Serius, Jalani Lebih dari 20 Jahitan

Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke RSUD Embung Fatimah untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Dokter menyatakan korban harus menjalani penjahitan dengan jumlah lebih dari 20 jahitan akibat luka yang cukup dalam.

“Korban saat ini dalam kondisi selamat dan sudah mendapatkan perawatan medis,” ujar sumber kepolisian.

Diketahui, korban berdomisili di kawasan Tiban, Batam, dan masih dalam masa pemulihan akibat luka yang dideritanya.

Pelaku Diduga Sakit Hati karena Sering Ditegur

Pelaku pembacokan diketahui berinisial P alias R (27). Ia merupakan seorang petugas keamanan yang telah bekerja di lokasi SPPG tersebut selama kurang lebih enam bulan hingga satu tahun.

Berdasarkan keterangan polisi, pelaku kerap mendapatkan teguran dari korban selaku koordinator lapangan. Teguran tersebut diberikan karena pelaku sering membawa teman ke area SPPG.

Kebiasaan tersebut diduga menyebabkan sejumlah barang di lokasi kerja sering hilang, sehingga korban beberapa kali menegur pelaku agar mematuhi aturan keamanan.

Sempat Terjadi Cekcok Sebelum Aksi Pembacokan

Sejumlah pegawai yang berada di sekitar lokasi kejadian mengungkapkan bahwa sebelum insiden pembacokan terjadi, korban dan pelaku sempat terlibat adu mulut atau cekcok.

Tak lama setelah cekcok tersebut, pelaku diduga langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah dapur, meski akhirnya tetap mengalami luka serius.

Polisi Terima Laporan Dini Hari, Pelaku Masih Buron

Pihak kepolisian menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut pada Minggu, 22 Desember 2025, sekitar pukul 03.00 WIB.

“Kami mendapat informasi dari pihak MBG terkait dugaan penganiayaan yang terjadi di Sei Pelunggut,” kata Kanit Polsek Sagulung, Ipnu Anwar Aris, saat dikonfirmasi Jumat, 26 Desember 2025.

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri dan hingga kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Parang Diduga Sudah Dipersiapkan dari Rumah

Polisi menduga senjata tajam jenis parang yang digunakan pelaku telah dipersiapkan sebelumnya. Senjata tersebut disinyalir dibawa dari rumah pelaku yang diketahui berdomisili di kawasan Kampung Air, Batam Center.

Barang bukti berupa parang tersebut turut dibawa kabur oleh pelaku saat melarikan diri, sehingga menyulitkan proses penyelidikan awal.

Polisi Lakukan Pengejaran dan Penyelidikan Intensif

Saat ini, pihak Polsek Sagulung bersama jajaran terkait masih melakukan penyelidikan intensif dan memburu pelaku agar segera ditangkap.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera melaporkan ke pihak berwajib.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum mengingat aksi kekerasan terjadi di lingkungan kerja dan hampir merenggut nyawa korban.

GIF - Animated Banner Ads - 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *