Batam-Targetaktual.com] Seorang pemuda bernama Holipa Akbar Hasibuan (33) menjadi korban pengeroyokan brutal yang diduga dilakukan puluhan orang tak dikenal (OTK) di kawasan Batam Kota, Kepulauan Riau. Merasa kasusnya belum menunjukkan perkembangan signifikan, Holipa bersama keluarga dan perwakilan paguyuban mendatangi Polsek Batam Kota untuk mendesak polisi segera menangkap para pelaku.
Peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi pada Minggu (21/12/2025) dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB, tak lama setelah korban keluar dari tempat hiburan malam Enjoy Pub yang berlokasi di kawasan Mitra Raya 2, Batam Kota.
Berawal dari Permintaan Maaf, Berujung Pengeroyokan
Holipa menuturkan, saat itu ia bersama kekasihnya hendak makan di warung tak jauh dari lokasi pub. Di sana, seorang perempuan yang tidak ia kenal mendatanginya dan menyampaikan permintaan maaf atas cekcok yang sempat terjadi sebelumnya di dalam tempat hiburan malam.
Namun situasi berubah ketika seorang pria tiba-tiba menghampiri Holipa dan melontarkan kata-kata kasar.
“Pelaku mengucapkan kata-kata yang tidak baik. Saat saya tanya, ‘kata-kata mu dilamatkan ke siapa’, dia bilang, ‘kau tunggu di sini ya’,” ujar Holipa saat ditemui di Polsek Batam Kota, Jumat (26/12/2025).
Holipa mengaku tidak menanggapi serius ancaman tersebut karena mengira pria itu dalam kondisi mabuk. Ia pun melanjutkan makan bersama kekasihnya.
Diserang 10–20 Orang, Korban Dipukul hingga Sulit Bernapas
Tak berselang lama, sekelompok orang yang menurut Holipa berjumlah sekitar 10 hingga 20 orang keluar dari Enjoy Pub dan langsung menyerangnya secara membabi buta.
“Saya dipukul dan ditendang sampai terjatuh. Setelah terjatuh saya dipijak-pijak para pelaku hingga mengakibatkan susah bernapas, rasanya seperti sudah mau mendekati maut,” kata Holipa.
Akibat pengeroyokan tersebut, Holipa mengalami luka dan memar di hampir seluruh tubuh, termasuk di bagian kepala, dahi, lutut, serta siku tangan.
Jalani Visum dan Buat Laporan Polisi
Korban kemudian menjalani visum et repertum di Rumah Sakit Elisabeth Batam Kota. Pada hari yang sama, Minggu (21/12/2025) sekitar pukul 18.15 WIB, Holipa resmi melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Batam Kota.
Laporan tersebut tercatat dengan Nomor: LP/B287/XII/2025/SPKT/Polsek Batam Kota/Polresta Barelang/Polda Kepri, dan ditandatangani oleh Ajun Inspektur Polisi Satu Abdul Gani.
Holipa berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti dan para pelaku dapat ditangkap serta diproses sesuai hukum yang berlaku.
Merasa Penanganan Lambat, Korban Datangi Polsek
Merasa belum ada perkembangan berarti selama lima hari sejak laporan dibuat, Holipa yang didampingi perwakilan paguyuban IKBI Batam kembali mendatangi Polsek Batam Kota pada Jumat (26/12/2025).
Mereka bertemu dengan penyidik Brigadir Indra Gunawan untuk meminta kejelasan penanganan kasus tersebut.
Dalam pertemuan itu, Indra menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah langkah awal, seperti memeriksa saksi-saksi, termasuk petugas keamanan (satpam) Enjoy Pub, serta mengamankan rekaman CCTV dari lokasi kejadian.
Namun, ia mengakui adanya keterbatasan personel karena sebagian penyidik sedang menjalani cuti Natal.
“Kami minta waktu sebentar. Saya piket sendiri karena yang Nasrani lagi cutikan,” ujar Indra.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi satu nomor telepon yang diduga milik salah satu pelaku, meski hingga kini belum memeriksa pihak pengelola Enjoy Pub.
Polisi Akui Pelaku Banyak, Masih Tunggu Visum
Secara terpisah, Kapolsek Batam Kota Kompol Anak Agung Made Winarta membenarkan bahwa laporan korban telah ditangani oleh tim reserse kriminal.
“LP dibuat tanggal 21 Desember 2025, sekarang tanggal 26 Desember 2025. Tim reskrim Polsek Batam Kota dan kanit sudah melaksanakan langkah-langkah dan upaya dengan mendatangi TKP dan meminta resmi rekaman CCTV,” ujar Anak Agung melalui pesan WhatsApp.
Ia menambahkan, korban dan saksi telah dimintai keterangan, namun seluruhnya mengaku tidak mengenal para pelaku.
Menurutnya, penangkapan belum dilakukan karena penyidik masih menunggu hasil visum resmi dari rumah sakit untuk memperkuat proses penyidikan.
Korban Harap Pelaku Segera Ditangkap
Hingga kini, korban dan keluarganya berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap identitas para pelaku dan membawa mereka ke hadapan hukum.
“Kami hanya ingin keadilan dan kepastian hukum. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang ke orang lain,” ujar perwakilan keluarga korban.
Kasus ini pun menjadi sorotan karena dugaan pengeroyokan dilakukan secara beramai-ramai di ruang publik dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.


.jpg)












