Advertisement
Advertisement

Kinerja Gemilang Kejari Batam Sepanjang 2025, Borong Penghargaan hingga Raih Predikat WBK

Di bawah kepemimpinan I Wayan Wiradarma, Kejari Batam selamatkan keuangan negara Rp1,09 triliun dan catat PNBP 455 persen dari target

Targetaktual.Com]  Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menutup tahun 2025 dengan deretan capaian gemilang. Di bawah kepemimpinan Kepala Kejari Batam, I Wayan Wiradarma, institusi penegak hukum ini tidak hanya mencatat kinerja tinggi dalam penanganan perkara, tetapi juga meraih berbagai penghargaan bergengsi hingga tingkat nasional.

Puncak pencapaian Kejari Batam diraih saat dianugerahi predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) oleh Kementerian PAN-RB pada Kamis (11/12/2025). Predikat ini menjadi simbol pengakuan atas integritas, transparansi, serta komitmen Kejari Batam dalam mewujudkan birokrasi bersih dan melayani.

“Predikat WBK ini adalah hasil kerja kolektif seluruh jajaran Kejari Batam. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan publik,” ujar I Wayan Wiradarma dalam keterangannya, Kamis (18/12/2025).

Salah satu capaian paling menonjol sepanjang 2025 datang dari Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun). Wayan menjelaskan, Kejari Batam berhasil melakukan penyelamatan keuangan negara dengan nilai fantastis, mencapai Rp 1,09 triliun.

Capaian finansial lainnya tercatat pada Bidang Pembinaan. Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kejari Batam menembus angka Rp 27,5 miliar atau setara 455,77 persen dari target yang ditetapkan. Atas kinerja tersebut, Bidang Pembinaan Kejari Batam dinobatkan sebagai Satuan Kerja Terbaik I di wilayah Kepulauan Riau.

“Capaian PNBP ini tidak terlepas dari prinsip efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi yang terus kami jaga,” jelas Wayan.

Di bidang penegakan hukum, Kejari Batam menunjukkan sikap tegas dan tidak kompromi, khususnya terhadap kejahatan serius. Melalui program Tabur (Tangkap Buronan), sebanyak sembilan daftar pencarian orang (DPO) berhasil diamankan. Para buronan tersebut berasal dari berbagai daerah, mulai dari Surabaya, Badung, hingga Lhokseumawe.

Selain itu, dalam perkara tindak pidana narkotika, Kejari Batam menjatuhkan tuntutan maksimal sebagai bentuk perang terhadap peredaran gelap narkoba. Sepanjang 2025, tercatat 10 tuntutan pidana mati dan tujuh tuntutan pidana penjara seumur hidup diajukan oleh jaksa penuntut umum.

Meski bersikap tegas, Kejari Batam juga tetap mengedepankan pendekatan humanis melalui penerapan keadilan restoratif. Sebanyak tujuh perkara diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice (RJ), melampaui target yang telah ditetapkan oleh Kejaksaan Agung.

Tak hanya fokus pada penindakan, Kejari Batam juga aktif melakukan inovasi pelayanan dan pendekatan kepada masyarakat. Melalui program TANJAK (Tanya Jaksa) dan SAKURA, masyarakat kini dapat lebih mudah mengakses layanan dan bantuan hukum.

“Program edukasi seperti Jaksa Masuk Sekolah dan Jaksa Menyapa juga terus kami jalankan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sejak dini,” kata Wayan.

Berbagai capaian tersebut berbuah “banjir” penghargaan bagi Kejari Batam. Sejumlah penghargaan yang diraih antara lain Terbaik I Capaian Kinerja Bidang Pembinaan, Intelijen, Pidana Khusus, dan Pemulihan Aset, Terbaik I Produktivitas Lelang Tertinggi dari Kanwil DJKN Kepri, serta Terbaik II Kategori Pengawasan Kinerja dan Pemaparan Kinerja Satuan Kerja.

Wayan menegaskan, seluruh prestasi yang diraih merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh pegawai Kejari Batam.

“Ke depan, kami akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mendukung penuh misi pembangunan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, demi terwujudnya keadilan yang substansial di Kota Batam,”ujarnya.

GIF - Animated Banner Ads - 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *