TargetAktual.com] Kapal kontainer Meratus Ampana berbendera Indonesia menabrak Ship-to-Shore (STS) Crane 05 ZPMC milik BP Batam di kolam Dermaga Utara Pelabuhan Batu Ampar, Rabu (19/11/2025). Insiden terjadi saat kapal melakukan manuver di area terminal kontainer yang menjadi salah satu titik tersibuk di Batam.
Bagian buritan kapal mengalami kerusakan cukup serius akibat benturan tersebut. Meratus Ampana memiliki bobot 17.000 DWT, ukuran LOA/Beam 179/27 meter, dan mampu mengangkut hingga 1.400 TEUs. Kapal ini merupakan armada Pelayaran Meratus dan baru tiba dari Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.
BP Batam Minta Pertanyaan Dialihkan ke Humas
Direktur Pengelolaan Pelabuhan BP Batam, Benny Syahroni, saat dikonfirmasi menyampaikan agar seluruh pertanyaan mengenai insiden disampaikan melalui Humas BP Batam.
“Maaf, bisa saya jawab lewat Humas BP ya,” ujar Benny melalui pesan WhatsApp, Kamis (20/11).
Foto Tabrakan
Foto yang diterima redaksi, terlihat buritan kiri Meratus Ampana menyenggol STS Crane 05 ZPMC. Crane tersebut merupakan crane baru yang sebelumnya aset PT Persero Batam dan kini dikelola BP Batam.

Saat kapal bergerak mundur, buritan terlihat mengenai bagian kaki crane hingga menimbulkan lubang dan robekan pada sisi buritan bagian atas. Sirene crane terdengar meraung saat petugas berlarian sambil berteriak “Awas! Awas, woi!”.
Data VesselFinder mencatat Meratus Ampana membawa nomor IMO 9262950, MMSI 525125033, dan dibuat pada 2002, yang berarti kapal sudah berumur 23 tahun.
Layanan Pandu–Tunda BP Batam Disorot
Usai tabrakan, muncul sorotan publik terhadap kualitas layanan pandu–tunda yang hingga kini masih dikelola langsung oleh BP Batam melalui Badan Usaha Pelabuhan (BUP).
Padahal, layanan pandu dan tunda merupakan komponen paling krusial dalam pergerakan kapal di area terbatas, terutama kapal berukuran besar di dermaga kontainer.
Pandu bertugas memberi instruksi manuver kapal.
Tunda membantu mendorong atau menarik kapal agar bergerak aman di area sempit.
Sejumlah pihak mempertanyakan apakah kualitas pelayanan dan kompetensi personel pandu–tunda BP Batam sudah memenuhi standar operasional pelabuhan internasional yang menangani kapal ukuran menengah hingga besar.
Beberapa kalangan juga kembali menyoroti urgensi penyerahan layanan pandu–tunda kepada operator profesional yang memiliki spesialisasi di bidang keselamatan navigasi.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari BP Batam terkait kronologi rinci, penyebab awal, maupun estimasi kerusakan crane dan kapal.


.jpg)












