Jakarta –Targetaktual.com] Jaksa Agung ST Burhanuddin melakukan rotasi besar-besaran di tubuh Korps Adhyaksa menjelang akhir tahun 2025.
Total 68 pejabat Kejaksaan dimutasi, dengan 43 di antaranya merupakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) yang bertugas di kabupaten dan kota di berbagai wilayah Indonesia.
Rotasi ini dilakukan di tengah sorotan publik terhadap penegakan hukum di daerah, menyusul dalam sepekan terakhir sejumlah Kepala Kejaksaan Negeri di beberapa daerah yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan tim internal Kejaksaan Agung.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi serta upaya memperkuat kinerja lembaga.
“Mutasi ini dilakukan untuk penyegaran organisasi, pengisian jabatan yang kosong di sejumlah daerah, serta meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan penegakan hukum yang kini semakin dinamis dan kompleks,” ujar Anang dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Ahad (28/12/2025).
Menurut Anang, rotasi pejabat di lingkungan Kejaksaan dipandang perlu guna memperkuat fungsi penuntutan, meningkatkan koordinasi antarinstansi, serta memperkuat respons Kejaksaan terhadap berbagai tantangan hukum di daerah.
“Mutasi ini dipandang perlu untuk memperkuat kinerja penuntutan, koordinasi institusional, serta respons terhadap berbagai tantangan hukum di daerah,” tegasnya.
Mutasi dan rotasi pejabat Kejaksaan RI ini tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-IV-1734/C/12/2025. Surat keputusan tersebut ditandatangani pada 24 Desember 2025 oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, Hendro Dewanto.
Anang menegaskan, keputusan ini secara efektif mengganti 43 Kepala Kejaksaan Negeri di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari reformasi kelembagaan dan peningkatan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.
“Keputusan ini efektif mengganti 43 pejabat Kepala Kejaksaan Negeri di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari reformasi kelembagaan dalam pelayanan hukum,” jelasnya.
Daftar 43 Kajari yang Dimutasi
Berikut daftar lengkap 43 Kepala Kejaksaan Negeri yang dimutasi:
- Fajar Gurindro – Kajari Kabupaten Tangerang
- Anggiat AP Pardede – Kajari Pringsewu
- Ryan Palasi – Kajari Tanah Datar
- I Gede Widhartama – Kajari Ogan Komering Ilir
- Lingga Nuarie – Kajari Minahasa Utara
- Rudi Hartono – Kajari Bulukumba
- Adi Prasetyo – Kajari Cilacap
- M. Rendy Saputra – Kajari Kuningan
- Bayu Pratama – Kajari Indramayu
- Rachmat Hidayat – Kajari Subang
- Dwi Putra Wijaya – Kajari Karawang
- Ahmad Fauzi – Kajari Purwakarta
- Yusran Hamzah – Kajari Bima
- Arief Nugroho – Kajari Blora
- Teguh Santoso – Kajari Kendal
- Iwan Kurniawan – Kajari Pati
- Hendra Wijaya – Kajari Bangka Selatan
- Riko Pranata – Kajari Lampung Tengah
- M. Irfan – Kajari Lahat
- Satrio Wibowo – Kajari Musi Banyuasin
- Zulkarnain – Kajari Aceh Timur
- Ilham Maulana – Kajari Aceh Barat
- Doni Firmansyah – Kajari Lebak
- Yudi Prakoso – Kajari Serang
- Dedi Supriadi – Kajari Sukabumi
- Andi Surya – Kajari Sinjai
- Abdul Rahman – Kajari Barru
- Wahyu Setiawan – Kajari Magelang
- Budi Hartanto – Kajari Sleman
- Rizal Maulana – Kajari Bantul
- Agus Salim – Kajari Gunungkidul
- I Made Ariyasa – Kajari Gianyar
- Ketut Sudarma – Kajari Tabanan
- I Nyoman Adi Putra – Kajari Bangli
- Muhammad Arif – Kajari Hulu Sungai Tengah
- Andika Saputra – Kajari Barito Kuala
- Ahmad Rizki – Kajari Balangan
- Suryanto – Kajari Kotawaringin Timur
- Eko Prasetyo – Kajari Kapuas
- Faisal Akbar – Kajari Palu
- Rinaldi – Kajari Donggala
- M. Yusuf – Kajari Manokwari
- Samuel Rumbiak – Kajari Jayapura


.jpg)










