Advertisement
Advertisement

Gencarkan di Natuna, Pegadaian Dorong Warga Makin Cerdas Kelola Keuangan

Ribuan warga memadati Pantai Piwang, Ranai, dalam kegiatan edukasi keuangan dan senam sehat. OJK mencatat inklusi keuangan di Kepri telah mencapai 98,43 persen, tetapi literasi masih perlu terus diperkuat.

Natuna-Ribuan warga Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, berkumpul di Alun-Alun Pantai Piwang, Ranai, Minggu (6/9/2026).

Bukan sekadar mengikuti senam sehat, masyarakat yang hadir juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mengelola keuangan secara bijak melalui kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan).

Kegiatan yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Pegadaian (Persero) tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas literasi sekaligus inklusi keuangan hingga ke wilayah kepulauan.

Mengusung tema “Membangun Masyarakat Natuna yang Sehat, Cerdas Mengelola Keuangan, dan Semakin Inklusif dalam Mengakses Layanan Keuangan”, kegiatan ini mempertemukan masyarakat, pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik, Ketua DPRD Natuna Rusdi, Sekretaris Daerah Natuna Boy Wijanarko, Kepala Kejaksaan Negeri Natuna Dr. Erwin Indrapraja, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Natuna.

Akses Keuangan Makin Luas, Pemahaman Harus Mengikuti

Perluasan akses terhadap layanan keuangan menjadi salah satu tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat di daerah kepulauan seperti Natuna.

 

Masyarakat kini semakin mudah mengakses berbagai produk keuangan. Namun, kemudahan tersebut perlu diimbangi kemampuan untuk memahami produk yang digunakan, termasuk manfaat, risiko, biaya, serta kewajiban yang menyertainya.

Head Area PT Pegadaian (Persero) Kepulauan Riau, Aris Suroso, mengatakan edukasi menjadi bagian penting dari upaya Pegadaian dalam mendorong masyarakat agar semakin bijak mengelola keuangan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan dan kebugaran, tetapi juga dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mengelola keuangan secara sehat,” ujar Aris.

Menurut dia, kondisi finansial yang sehat tidak selalu ditentukan oleh besarnya pendapatan.

Kemampuan mengatur pemasukan dan pengeluaran secara disiplin, kata Aris, dapat menjadi langkah awal untuk membangun ketahanan keuangan keluarga.

“Berapa pun pendapatan yang dimiliki, apabila dikelola dengan baik dan bijak, dapat menjadi langkah awal untuk membangun kondisi finansial yang lebih kuat,” katanya.

Basis Nasabah Pegadaian di Natuna dan Anambas Capai 23.000 Orang

Pegadaian Area Batam yang membawahi wilayah kerja Natuna dan Kepulauan Anambas saat ini mencatat sekitar 23.000 nasabah.

Jumlah tersebut menggambarkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Bagi Pegadaian, keberadaan basis nasabah tersebut sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat edukasi agar penggunaan layanan keuangan tidak hanya berorientasi pada akses, tetapi juga didasarkan pada pemahaman dan kebutuhan masyarakat.

Aris mengatakan Pegadaian akan terus mendorong masyarakat untuk mengenal berbagai produk yang tersedia serta memilih layanan sesuai kondisi finansial masing-masing.

Tabungan Emas Diperkenalkan Lewat Layanan Digital

Dalam kegiatan Gencarkan di Natuna, Pegadaian juga memperkenalkan Tabungan Emas kepada masyarakat.

Produk tersebut dapat diakses secara digital melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mulai memiliki emas dengan cara yang lebih mudah dan terjangkau. Pegadaian juga mendorong emas sebagai salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan masyarakat dalam perencanaan keuangan.

“Kami ingin masyarakat semakin mengenal berbagai layanan Pegadaian yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan, termasuk Tabungan Emas,” ujar Aris.

Menurut dia, transformasi digital juga membuat masyarakat memiliki pilihan untuk mengakses layanan Pegadaian secara lebih praktis.

“Kami berharap dengan dukungan layanan digital, masyarakat dapat mengakses layanan Pegadaian dengan lebih mudah sehingga pengelolaan keuangan dapat dilakukan secara lebih praktis dan terencana,” katanya.

Literasi Keuangan Kepri di Atas Nasional

Sementara itu, perwakilan OJK Provinsi Kepulauan Riau, Roy Aditia Perangin Angin, mengatakan kesehatan masyarakat harus dilihat secara lebih luas.

Selain kesehatan fisik, kemampuan masyarakat menjaga kondisi finansial juga menjadi bagian penting dalam membangun kesejahteraan.

Roy menyampaikan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dilakukan OJK bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Berdasarkan survei tersebut, indeks inklusi keuangan masyarakat dewasa di Provinsi Kepulauan Riau mencapai 98,43 persen.

Sementara indeks literasi keuangan Kepri tercatat 78,29 persen. Angka tersebut berada di atas indeks literasi keuangan nasional yang mencapai 69,57 persen.

Tingginya angka inklusi menunjukkan sebagian besar masyarakat telah menggunakan produk dan layanan keuangan.

Namun, tingginya akses belum cukup jika tidak dibarengi kemampuan masyarakat dalam memahami produk keuangan yang digunakan.

Cerdas Finansial Bukan Sekadar Punya Rekening

Roy menegaskan, masyarakat yang cerdas secara finansial tidak cukup hanya memiliki akses terhadap lembaga atau produk keuangan.

Mereka juga harus mampu menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan serta memahami konsekuensi dari setiap keputusan keuangan.

“Masyarakat yang cerdas secara finansial bukan hanya mampu menggunakan produk keuangan, tetapi juga mampu memilih produk sesuai kebutuhan, memahami manfaat dan risikonya, serta mengetahui hak dan kewajibannya sehingga dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak,” jelas Roy.

Karena itu, edukasi keuangan perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk kepada masyarakat di daerah yang secara geografis berada jauh dari pusat ekonomi.

Pegadaian Perkuat Kolaborasi dengan OJK dan Pemerintah Daerah

Pegadaian menyatakan akan terus memperkuat kerja sama dengan OJK, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas edukasi keuangan.

Kolaborasi tersebut diarahkan agar masyarakat tidak hanya semakin mudah mengakses produk dan layanan keuangan, tetapi juga memiliki pengetahuan yang cukup sebelum mengambil keputusan.

Kegiatan Gencarkan di Natuna menjadi salah satu bentuk pendekatan tersebut. Edukasi keuangan dikemas bersamaan dengan kegiatan olahraga sehingga masyarakat dapat memperoleh pesan mengenai kesehatan fisik sekaligus kesehatan finansial.

Pegadaian berharap upaya tersebut dapat membantu membangun masyarakat Natuna yang semakin sadar dalam mengelola pendapatan, merencanakan kebutuhan, mengenali risiko, serta memanfaatkan layanan keuangan secara aman dan sesuai kebutuhan.

Pada akhirnya, peningkatan literasi dan inklusi keuangan diharapkan tidak berhenti pada angka statistik, tetapi memberikan dampak nyata terhadap kemampuan masyarakat dalam membangun kehidupan ekonomi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

GIF - Animated Banner Ads - 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *