Advertisement
Advertisement

Joki Balpres Berkedok Penumpang Marak, Bea Cukai Batam Minta Warga Waspada

Modus penyelundupan balpres kini melibatkan penumpang dengan koper, Bea Cukai Batam perkuat profiling dan pengawasan sepanjang 2025

Targetaktual.Com] Bea Cukai Batam mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya praktik joki barang bekas ilegal atau balpres yang berkedok sebagai penumpang. Modus penyelundupan ini dinilai semakin berkembang dan menjadi perhatian serius aparat sepanjang tahun 2025.

Dalam beberapa pengungkapan terakhir, Bea Cukai Batam menemukan pola baru penyelundupan balpres yang tidak lagi hanya mengandalkan jalur laut secara konvensional. Barang-barang bekas ilegal tersebut kini dibawa sebagai barang bawaan penumpang menggunakan koper, bahkan dalam jumlah ratusan unit dalam satu kali pengiriman.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia, menjelaskan bahwa perubahan modus ini menuntut peningkatan kewaspadaan, baik dari petugas maupun masyarakat.

“Modus baru yang menjadi perhatian khusus Bea Cukai Batam adalah balpres. Kalau sebelumnya lebih banyak melalui jalur laut, di tahun 2025 ini balpres sudah dibawa sebagai barang bawaan penumpang menggunakan koper, jumlahnya bisa ratusan,” ujar Evi dalam kegiatan Media Gathering, Rabu (17/12/2025).

Tak hanya itu, Bea Cukai Batam juga menemukan praktik joki balpres, yakni individu yang sengaja diberangkatkan dengan iming-iming sejumlah uang untuk membawa barang ilegal tersebut keluar atau masuk wilayah tertentu.

“Mereka diberangkatkan dengan iming-iming uang. Kami mengimbau masyarakat agar tidak tergiur dan tidak terlibat dalam kegiatan ilegal seperti ini,” tegas Evi.

Menurut Evi, meskipun modus baru terus bermunculan, pengawasan di jalur laut masih menjadi kekuatan utama Bea Cukai Batam. Armada kapal patroli yang dimiliki Bea Cukai dinilai lebih banyak dibandingkan instansi lain, sehingga efektivitas penindakan di laut masih sangat tinggi.

“Efektivitas pengawasan jalur laut sangat tinggi. Jumlah kapal Bea Cukai lebih banyak dan penindakan di laut juga masih mendominasi. Dari total 2.148 penindakan yang dilakukan, sebagian besar terjadi di jalur laut,” jelasnya.

Namun, masuknya modus balpres melalui barang bawaan penumpang membuat proses pengawasan menjadi lebih kompleks. Bea Cukai Batam pun melakukan pemetaan dan profiling penumpang untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran.

“Modusnya bisa berupa barang bawaan penumpang atau barang yang dititipkan ke porter. Kalau ada yang membawa, kami lihat profilnya. Jika ada indikasi, tentu akan kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Evi.

Ia menegaskan bahwa tidak semua penumpang dapat diperiksa secara menyeluruh karena keterbatasan waktu dan sumber daya. Oleh sebab itu, pemeriksaan dilakukan secara selektif berdasarkan indikasi tertentu.

“Tidak mungkin semua penumpang diperiksa. Tetapi kami lakukan pemeriksaan berbasis risiko, misalnya penumpang perempuan namun barang bawaannya laki-laki, atau dari ukuran dan jenis barang kami nilai apakah itu barang pribadi atau barang dagangan,” ujarnya.

Bea Cukai Batam kembali mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam jaringan penyelundupan balpres. Selain melanggar hukum, praktik tersebut dinilai merugikan negara dan mengganggu iklim usaha yang sehat serta persaingan perdagangan yang adil.

“Peran masyarakat sangat penting. Jangan sampai tergiur imbalan sesaat, karena risikonya besar dan konsekuensi hukumnya jelas,” pungkas Evi.

GIF - Animated Banner Ads - 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *