Targetaktual.com] Suasana tenang di Pelabuhan Haji Sage, Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, mendadak berubah pada Senin (24/11/2025) malam. Sekitar pukul 23.00 WIB, tim gabungan Unit Intel Kodim 0316/Batam dan Denpom I/6 Batam menyergap aktivitas bongkar muat yang diduga kuat terkait penyelundupan komoditas konsumsi dalam jumlah besar.
Detik-detik operasi yang berlangsung cepat dan nyaris tanpa suara itu menjadi awal terbongkarnya dugaan jaringan penyelundupan yang selama ini memanfaatkan pelabuhan kecil tersebut sebagai titik keluar masuk barang ilegal. Pelabuhan Haji Sage sendiri dikenal sebagai salah satu lokasi rawan pergerakan logistik ke wilayah perbatasan dan kawasan dagang bebas.
Operasi gabungan malam itu dipimpin langsung oleh Dandim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra, S.Sos, Komandan Denpom I/6 Batam Letkol CPM Della Guslapa, dan Pasi Intel Kodim 0316/Batam Mayor Inf Zulkarnaen. Kehadiran pucuk pimpinan dalam operasi lapangan seperti ini terbilang jarang, menandakan keseriusan aparat dalam menindak dugaan kejahatan ekonomi yang merugikan negara.
3 Kapal & 3 Truk Dibekuk di Lokasi
Saat penyergapan dilakukan, aparat menemukan aktivitas bongkar muat yang tidak disertai dokumen. Tiga kapal langsung diamankan, yakni:
KM Permata Pembangunan, nakhoda Agung
KM Permata Pembangunan RIU 09 No. 1132 GT 6 NT 2 Tahun 2019, nakhoda Muliadi
Satu unit KM Permata Pembangunan lainnya, namun kapten kapal tidak ada di lokasi pemilik kapal diketahui berinisial Miss, warga Tanjung Sengkuang.
Aparat juga menyita tiga kendaraan distribusi yang sudah disiapkan di darat:
Truk besar BP 8419 EH, Truk besar BP 9849 DE, Truk sedang BA 8302 AU.
Ketiga truk tersebut diduga akan mengangkut sebagian barang untuk didistribusikan kembali ke titik lain.
Puluhan Ton Sembako Tanpa Dokumen
Pemeriksaan di lokasi mengungkap muatan yang nilainya disebut mencapai miliaran rupiah. Barang-barang itu termasuk komoditas strategis yang wajib memiliki perizinan lengkap dan tercatat dalam sistem perdagangan resmi.
Barang yang ditemukan antara lain: 40,4 ton beras, 4,5 ton gula pasir, Minyak goreng, Tepung terigu, Susu kemasan, Parfum impor, Mi instan impor, Beragam produk frozen food.
Tidak ditemukan manifest muatan, surat izin berlayar, maupun dokumen impor resmi. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa barang-barang tersebut didorong keluar Batam melalui jalur ilegal menuju Tanjung Balai Karimun, wilayah transit yang sering dipakai jaringan penyelundupan untuk memasuki pasar bebas.
7 ABK Ditahan, Ada Indikasi Jaringan Lebih Besar
Sebanyak tujuh Anak Buah Kapal (ABK) langsung diamankan untuk pemeriksaan awal. Dari keterangan mereka, muncul informasi adanya dua kapal lain—KM Sampurna 03 dan KM Rizki—yang disebut juga hendak bergerak dengan membawa barang serupa.
Informasi ini membuka kemungkinan keterlibatan jaringan penyelundupan yang lebih luas, tidak hanya satu kapal atau satu titik distribusi. Aparat saat ini menelusuri alur pergerakan barang, pemasok, hingga dugaan keterlibatan pihak lain.
Dandim Tegas: Ini Kejahatan Ekonomi
Dandim 0316/Batam Kolonel Arh Yan Eka Putra menegaskan bahwa penyelundupan bahan pokok dalam skala besar tidak bisa dianggap pelanggaran ringan.
“Ini bukan pelanggaran administratif, tetapi tindakan yang merusak sistem perdagangan resmi dan merugikan perekonomian negara. Kami akan memperketat pengawasan dan menindak setiap pelaku penyelundupan. Siapapun yang terlibat akan diproses sesuai hukum,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh data, dokumen, dan hasil pemeriksaan akan dikembangkan untuk mengungkap pihak-pihak yang berada di balik operasi ilegal itu.
Masih Dikembangkan, Ada Potensi Tersangka Baru
Aparat gabungan saat ini masih melakukan pendalaman. Semua barang bukti—kapal, truk, muatan, serta para ABK—telah diamankan dan dijaga ketat. Upaya koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Bea Cukai dan aparat hukum lainnya, sedang berjalan.
Operasi besar ini disebut menjadi salah satu pengungkapan penyelundupan paling signifikan sepanjang 2025 di wilayah Batam. Aparat membuka kemungkinan akan ada penetapan tersangka baru jika penyidikan menemukan keterlibatan pihak lain.
Menunggu Proses Serah Terima Resmi
Hingga berita ini diturunkan, aparat masih menunggu kedatangan pimpinan dan Bea Cukai untuk melakukan serah terima resmi barang tangkapan guna keperluan proses hukum lanjutan.
Operasi yang dilakukan secara cepat, senyap, dan tepat sasaran ini menjadi bukti keseriusan TNI bersama aparat penegak hukum dalam memutus jalur penyelundupan dan menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama di wilayah strategis perbatasan seperti Batam.


.jpg)












