Advertisement
Advertisement

Polisi Sebut Pasangan Ditemukan Tewas di Batam karena Kasus Bunuh Lalu Bunuh Diri

foto: Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian.

Targetaktual.com] Misteri kematian sepasang pria dan wanita yang ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar kos di kawasan Kavling Sei Tering, Kelurahan Melcem, Batu Ampar, Batam, pada akhir Agustus 2025, akhirnya mulai terkuak. Kepolisian menyimpulkan peristiwa tragis tersebut merupakan kasus murder-suicide atau bunuh lalu bunuh diri. Hasil penyelidikan mengindikasikan korban perempuan lebih dulu menjadi sasaran pembunuhan, sebelum sang pria yang diduga sebagai pelaku kemudian mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar mandi.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa kesimpulan tersebut diperoleh setelah tim penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan di lokasi kejadian serta menganalisis bukti-bukti yang ada. “Sudah, kesimpulannya perempuan ini memang dibunuh oleh laki-laki kemudian si laki-laki gantung diri,” ujar Debby, Rabu (25/9/2025). Ia menambahkan, dugaan kuat motif dari tindakan nekat ini berkaitan dengan tekanan ekonomi yang dialami keduanya. “Dugaannya karena faktor ekonomi,” imbuhnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pasangan tersebut tinggal bersama di kamar kos tanpa ikatan pernikahan resmi. Bahkan, dari hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa baik pria maupun wanita itu telah memiliki pasangan sah masing-masing di luar hubungan gelap tersebut. Fakta ini semakin mempertegas bahwa hubungan mereka tidak dilandasi pernikahan legal, meski kepada pemilik kos keduanya sempat mengaku sebagai pasangan suami istri.

Penemuan jasad keduanya bermula pada Kamis (28/8/2025) petang. Warga sekitar mulai mencurigai keadaan pasangan tersebut lantaran sejak sehari sebelumnya tidak terdengar suara maupun aktivitas dari kamar kos mereka. Ketua RW 13 Kelurahan Melcem, Warjiin, menuturkan kecurigaan itu lantas disampaikan kepada pemilik kos. “Awalnya tetangga curiga karena kedua korban tidak bersuara sejak kemarin. Akhirnya mereka lapor ke pemilik kos,” kata Warjiin. Bersama perangkat RT dan RW, pemilik kos kemudian membuka kamar tersebut, dan seketika mendapati pemandangan mengenaskan: sang perempuan terbaring kaku di atas tempat tidur dengan tubuh ditutupi selimut, sementara pria ditemukan tergantung di kamar mandi. Penemuan itu sontak mengejutkan warga dan segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Polisi yang datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah keduanya. Dari hasil pemeriksaan awal, kuat dugaan korban perempuan menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh pasangan prianya, sebelum kemudian pelaku memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Identitas kedua korban sejauh ini belum dirilis secara lengkap oleh pihak kepolisian. Namun, menurut keterangan Kompol Debby, pria tersebut diketahui berasal dari Medan, Sumatera Utara, sementara korban wanita berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. “Identitas korban ini asal dari Medan dan Palembang,” ujarnya.

Ketua RW menambahkan bahwa pasangan ini baru menempati kamar kos sekitar awal Agustus 2025. Kepada pemilik kos, mereka mengaku sebagai suami istri, meski tidak dapat menunjukkan bukti pernikahan resmi. “Pengakuan mereka ke pemilik kos adalah suami istri. Tapi surat nikah tidak ada, hanya KK saja,” kata Warjiin. Fakta tersebut kemudian memperkuat temuan polisi bahwa keduanya bukan pasangan sah, melainkan menjalin hubungan terlarang.

Meski kesimpulan awal sudah mengarah pada kasus bunuh lalu bunuh diri, Polresta Barelang menegaskan bahwa penyelidikan masih berlanjut. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan rangkaian peristiwa secara detail, termasuk kondisi psikologis dan latar belakang persoalan yang menjerat pasangan tersebut. “Ini masih dalam penyelidikan. Nanti perkembangan penyelidikan akan kami informasikan kembali,” ujar Kompol Debby.

Peristiwa ini menambah panjang daftar tragedi rumah tangga dan hubungan gelap yang berujung pada tindak kekerasan serta kematian. Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tekanan ekonomi maupun konflik pribadi yang dapat memicu tindakan ekstrem, serta menekankan pentingnya penyelesaian masalah melalui jalur sehat dan legal.Red

GIF - Animated Banner Ads - 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *