BATAM – Memperkuat iman, mendekatkan diri kepada Tuhan, dan menjalankan ibadah secara konsisten menjadi pesan penting dalam upaya membentengi diri dan keluarga dari bahaya penyalahgunaan narkoba. Nilai-nilai spiritual dinilai dapat menjadi landasan moral untuk membangun pengendalian diri, memilih pergaulan yang sehat, serta menjauhi perilaku yang dapat merusak masa depan.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan penyuluhan narkoba yang menjadi bagian dari sasaran nonfisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Kavling Mangsang Maju, Batam, Senin (26/10/2026). Dalam kegiatan itu, masyarakat diingatkan bahwa pencegahan narkoba perlu dimulai dari diri sendiri, diperkuat melalui kehidupan beragama, dan didukung oleh perhatian keluarga serta lingkungan sekitar.
Penyuluh mengajak masyarakat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan melalui ibadah dan menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Keimanan diharapkan menjadi pegangan dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif, termasuk tekanan pergaulan yang dapat mendorong seseorang mencoba atau menyalahgunakan narkoba.
Ibadah tidak hanya dipandang sebagai rutinitas, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membentuk karakter, menanamkan nilai tanggung jawab, serta mengingatkan setiap individu agar mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan yang dilakukan. Dengan landasan moral dan spiritual yang kuat, masyarakat diharapkan semakin mampu menjaga diri dan mengambil keputusan secara bijaksana.
Ibadah dan penguatan iman sebagai benteng diri
Dalam materi penyuluhan, masyarakat diingatkan bahwa bahaya narkoba dapat merusak kesehatan, mengganggu kemampuan berpikir, memengaruhi perilaku, serta membawa dampak serius terhadap kehidupan sosial dan keluarga.
Karena itu, masyarakat diajak mengisi kehidupan dengan kegiatan yang positif, memperkuat hubungan dengan Tuhan, dan membiasakan diri menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Peran keluarga juga penting dalam membangun suasana rumah yang mendukung kehidupan spiritual. Orang tua dapat memberikan teladan melalui kebiasaan beribadah, mengajarkan nilai-nilai agama kepada anak, serta membangun komunikasi yang terbuka mengenai pergaulan dan tantangan yang mereka hadapi.
Dengan demikian, penguatan iman tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga dapat tumbuh melalui kebiasaan baik di lingkungan keluarga.
Keluarga harus peduli terhadap perubahan perilaku
Selain menekankan pentingnya mendekatkan diri kepada Tuhan, penyuluh mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi pasangan dan anak, termasuk apabila muncul perubahan fisik, kebiasaan, atau perilaku yang tidak biasa.
Orang tua dan pasangan diharapkan tidak bersikap acuh terhadap perubahan tersebut. Pendekatan melalui komunikasi yang baik, perhatian, dan pendampingan diperlukan untuk memahami persoalan yang mungkin sedang dihadapi anggota keluarga.
Meski demikian, perubahan fisik maupun perilaku tidak otomatis menunjukkan seseorang menggunakan narkoba. Keluarga perlu mencari tahu penyebabnya secara bijak dan menghindari tuduhan tanpa dasar.
Penyuluh juga menekankan bahwa peran orang terdekat sangat penting dalam memberikan dukungan. Keluarga yang terbuka dan peduli dapat membantu seseorang menghadapi tekanan lingkungan, persoalan pribadi, maupun pengaruh negatif yang berpotensi mengarah pada penyalahgunaan narkoba.
Menjaga keluarga dan masa depan generasi muda
Penyalahgunaan narkoba bukan hanya persoalan individu, melainkan ancaman yang dapat memengaruhi keharmonisan rumah tangga dan masa depan generasi muda. Dampaknya dapat meluas pada kesehatan, hubungan sosial, kondisi ekonomi keluarga, hingga tanggung jawab seseorang terhadap orang-orang yang bergantung kepadanya.
Oleh sebab itu, penyuluhan ini mengajak masyarakat menggabungkan beberapa langkah pencegahan, mulai dari mengenali berbagai jenis narkoba, menjaga pergaulan, memperhatikan perubahan perilaku anggota keluarga, hingga memperkuat kehidupan spiritual melalui ibadah.
Apabila ditemukan dugaan penyalahgunaan narkoba, keluarga diharapkan mencari bantuan yang tepat melalui tenaga kesehatan atau pihak berwenang, tanpa mengabaikan keselamatan dan kondisi orang yang bersangkutan.
Kegiatan penyuluhan narkoba tersebut merupakan bagian dari sasaran nonfisik TMMD ke-130 yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Pembangunan melalui TMMD tidak hanya menyentuh infrastruktur, tetapi juga mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih peduli terhadap persoalan sosial dan masa depan generasi muda.
Melalui penyuluhan ini, masyarakat Kavling Mangsang Maju diharapkan semakin menyadari pentingnya menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman hidup, mendekatkan diri kepada Tuhan melalui ibadah, serta memperkuat perhatian terhadap keluarga.
Pesan utamanya, menjaga diri dari bahaya narkoba perlu dimulai dari kesadaran pribadi, diperkuat dengan keimanan dan ibadah, serta didukung oleh keluarga yang saling mengingatkan dan peduli. Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat membangun lingkungan yang lebih sehat, harmonis, dan terlindungi dari ancaman penyalahgunaan narkoba.


.jpg)












