BATAM — Terik matahari dan rasa lelah seolah tak cukup kuat untuk menghentikan langkah Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 bersama warga di Kavling Mangsang Maju, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, Batam, Jumat (16/10/2026).
Setelah tahapan pemasangan wiremesh rampung dikerjakan, pekerjaan tidak berhenti. Satgas TMMD bersama warga langsung melanjutkan pekerjaan ke tahap pengecoran badan jalan.
Suara aktivitas pembangunan kembali memenuhi kawasan tersebut. Material terus disiapkan, adukan diarahkan ke bagian badan jalan yang telah dipersiapkan, sementara personel Satgas bersama warga bekerja bergantian memastikan pengecoran berjalan sesuai tahapan.
Tak banyak kata di antara mereka. Sebagian sibuk mengangkut material, sebagian meratakan adukan, sementara lainnya memastikan pekerjaan tetap berjalan rapi.
Keringat yang membasahi wajah menjadi pemandangan biasa.
Namun, di balik lelah itu tersimpan satu semangat yang sama: menyelesaikan pembangunan jalan yang nantinya akan digunakan masyarakat.
Bagi Satgas TMMD, pekerjaan tersebut bukan sekadar menyelesaikan target pembangunan fisik. Ada harapan warga yang ikut dipikul bersama setiap hari.
Ketika Lelah Berubah Menjadi Semangat
Hari demi hari, pekerjaan fisik TMMD terus dikebut. Waktu yang tersedia harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar pembangunan dapat berjalan sesuai sasaran.
Jumat itu, semangat tersebut kembali terlihat.
Meski tenaga mulai terkuras setelah rangkaian pekerjaan sebelumnya, Satgas TMMD tidak memilih berhenti. Begitu pemasangan wiremesh selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan pengecoran badan jalan.

Warga pun tetap berada di lokasi.
Mereka bekerja berdampingan dengan prajurit. Tidak ada jarak yang terasa. Seragam loreng dan pakaian warga berpadu dalam satu pekerjaan yang sama.
Sesekali terdengar percakapan ringan di tengah pekerjaan. Namun sebagian besar waktu dihabiskan untuk memastikan pengecoran terus bergerak.
Di situlah makna gotong royong terasa nyata.
Pekerjaan berat menjadi sedikit lebih ringan ketika dilakukan bersama-sama.
Bagi warga Mangsang Maju, kehadiran Satgas TMMD bukan hanya membawa pembangunan fisik. Interaksi yang terbangun selama proses pengerjaan juga menghadirkan rasa kebersamaan yang semakin kuat.
Mereka melihat sendiri bagaimana para prajurit bekerja sejak pagi, mengerahkan tenaga di bawah cuaca yang tidak selalu bersahabat.
Sebaliknya, warga pun memilih turun tangan.
Mereka ikut membantu karena menyadari jalan yang sedang dibangun tersebut pada akhirnya akan menjadi bagian penting dari kehidupan mereka sehari-hari.
Berpacu dengan Waktu
Kaur Bakti Kodim 0316/Batam, Kapten Inf Hendrik Mulyadi, mengatakan seluruh personel Satgas terus menjaga semangat dan kekompakan dalam menyelesaikan pekerjaan.
Menurut dia, tahapan pengecoran menjadi bagian penting dalam pembangunan badan jalan sehingga pelaksanaannya harus dilakukan dengan penuh perhatian.
“Setelah pemasangan wiremesh, kita langsung mengejar pekerjaan pengecoran. Seluruh anggota tetap semangat dan bekerja bersama masyarakat,” ujar Hendrik.
Ia menekankan, pekerjaan tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga harus memperhatikan kualitas dan keselamatan selama proses berlangsung.
Karena itu, kekompakan antara Satgas dan warga menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengerjaan sasaran fisik TMMD.
“Kita ingin pekerjaan berjalan sesuai target, tetapi kualitas tetap menjadi perhatian. Karena itu, semua harus bekerja sama, saling membantu dan tetap memperhatikan keselamatan,” katanya.
Bukan Sekadar Jalan
Di balik setiap bagian jalan yang dicor, ada cerita tentang tenaga yang dikeluarkan, keringat yang jatuh dan kebersamaan yang tumbuh.
Jalan yang hari ini masih dalam proses pengerjaan kelak akan menjadi akses yang digunakan warga untuk beraktivitas.
Anak-anak akan melewatinya menuju sekolah. Warga akan menggunakannya untuk bekerja dan beraktivitas. Kendaraan akan melintas membawa kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, setiap bagian pekerjaan memiliki arti bagi masyarakat.
Bagi prajurit, mungkin pekerjaan tersebut akan selesai ketika target fisik TMMD terpenuhi. Tetapi bagi warga, hasil pembangunan itu akan dirasakan dalam waktu yang jauh lebih panjang.
Itulah yang membuat rasa lelah seolah menjadi tidak berarti.
Saat seorang prajurit mulai kehabisan tenaga, ada warga yang membantu. Ketika warga membutuhkan tenaga tambahan, personel Satgas ikut turun tangan.
Mereka saling menguatkan.
Tidak ada lagi sekat antara prajurit dan masyarakat. Yang ada hanya satu tujuan: menyelesaikan pekerjaan yang menjadi harapan bersama.
Semangat yang Tak Boleh Padam
Pengecoran badan jalan terus dikebut. Setiap bagian yang selesai dikerjakan menjadi tanda bahwa pekerjaan semakin mendekati hasil yang diharapkan.
Namun, sebelum jalan itu benar-benar selesai, masih ada tahapan yang harus dilalui.
Karena itu, Satgas TMMD bersama warga terus menjaga ritme pekerjaan.
Lelah boleh datang, tetapi semangat tidak boleh padam.
Panas boleh menyengat, tetapi kebersamaan harus tetap terjaga.
Sebab TMMD bukan hanya tentang membangun jalan, melainkan juga tentang membangun hubungan antara TNI dan masyarakat.
Di Kavling Mangsang Maju, hubungan itu terlihat dari tangan-tangan yang bekerja dalam satu irama.
Ada prajurit yang mengangkat material. Ada warga yang membantu pekerjaan. Ada yang meratakan hasil pengecoran. Semua bergerak dalam satu tujuan.
Dan ketika hari semakin sore, pekerjaan belum juga kehilangan tenaga.
Justru di tengah rasa lelah itulah semangat gotong royong semakin terasa.
Setiap tetes keringat menjadi bagian dari cerita pembangunan.
Setiap langkah yang dilakukan bersama menjadi bukti bahwa sebuah jalan tidak hanya dibangun dengan material, tetapi juga dengan kerja keras, kebersamaan dan harapan masyarakat.
Pengecoran pun terus dikejar.
Bukan semata-mata karena target waktu, melainkan karena ada sebuah harapan yang sedang diwujudkan agar masyarakat Mangsang Maju memiliki akses jalan yang lebih baik untuk menunjang aktivitas dan kehidupan mereka sehari-hari.


.jpg)












