BATAM — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0316/Batam tidak hanya menyasar pembangunan fisik berupa infrastruktur. Di tengah pelaksanaan pembangunan di Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, Batam, Kamis (22/10/2026), Satgas TMMD juga memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui penyuluhan bela negara kepada para pelajar.
Penyuluhan tersebut menyasar siswa-siswi SMA Negeri 16 Mangsang. Materi disampaikan Letda Inf Rio Afrino sebagai bagian dari rangkaian sasaran nonfisik TMMD ke-130.
Kegiatan itu menjadi ruang bagi para pelajar untuk memahami bahwa bela negara tidak selalu identik dengan mengangkat senjata atau terlibat dalam peperangan. Dalam kehidupan sehari-hari, sikap bela negara dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti mencintai tanah air, menjaga persatuan, menaati aturan, menghormati perbedaan, serta menjalankan tanggung jawab sebagai pelajar.
Di hadapan para siswa, Letda Inf Rio Afrino menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, semangat bela negara perlu ditanamkan sejak berada di bangku sekolah.
Menurut dia, pelajar merupakan bagian dari generasi penerus yang nantinya akan mengambil peran dalam berbagai bidang. Pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki harus dibarengi dengan karakter, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Bela Negara Dimulai dari Lingkungan Sekolah
Dalam penyuluhan tersebut, para pelajar diajak memahami makna bela negara secara lebih luas.
Bela negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dilandasi kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta kesediaan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Letda Inf Rio Afrino menyampaikan bahwa bagi seorang pelajar, bela negara dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan mereka.
Belajar dengan sungguh-sungguh, disiplin mengikuti kegiatan sekolah, menghormati guru dan orang tua, menjaga nama baik sekolah, tidak melakukan perundungan, menjauhi narkoba, serta menggunakan media sosial secara bijak merupakan bagian dari bentuk nyata bela negara.
“Menjadi pelajar yang disiplin, rajin belajar, menghargai guru dan teman, serta menjaga lingkungan sekolah juga merupakan bentuk bela negara,” pesan Letda Inf Rio Afrino dalam penyuluhan tersebut.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpengaruh berbagai informasi yang dapat memecah persatuan. Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial, generasi muda memiliki akses yang sangat luas terhadap berbagai informasi.
Karena itu, kemampuan menyaring informasi menjadi bagian penting dari karakter generasi muda. Pelajar diharapkan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, terlebih jika informasi tersebut berpotensi menimbulkan konflik, kebencian, maupun perpecahan.
Menanamkan Cinta Tanah Air Sejak Dini
Penyuluhan bela negara dalam program TMMD ke-130 juga bertujuan menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan pelajar.
Cinta tanah air tidak hanya diwujudkan melalui simbol atau seremoni kenegaraan. Sikap tersebut dapat terlihat dari kemauan menjaga persatuan, menghormati keberagaman, menggunakan bahasa yang santun, menjaga lingkungan, serta berkontribusi positif di tengah masyarakat.
Para pelajar juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa maupun latar belakang sosial bukan alasan untuk saling menjauhkan diri.
Sebaliknya, keberagaman tersebut menjadi kekuatan yang harus dijaga bersama.
Letda Inf Rio Afrino mendorong para siswa SMA Negeri 16 Mangsang untuk membangun kebiasaan positif sejak sekarang. Menurutnya, karakter yang terbentuk selama masa sekolah akan menjadi bekal penting ketika mereka memasuki kehidupan bermasyarakat.
“Generasi muda harus memiliki semangat untuk menjadi pribadi yang bermanfaat. Jangan mudah terprovokasi dan jangan sampai masa depan kalian rusak karena pergaulan yang salah,” ujarnya.
TMMD Tak Hanya Membangun Jalan
Penyuluhan bela negara menjadi salah satu bentuk sasaran nonfisik dalam pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0316/Batam.
Sasaran nonfisik memiliki tujuan yang tidak kalah penting dengan pembangunan infrastruktur. Jika sasaran fisik diarahkan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana masyarakat, maka sasaran nonfisik diarahkan untuk memperkuat pengetahuan, wawasan, kapasitas, sikap, karakter, serta kesejahteraan sosial masyarakat.
Melalui penyuluhan kepada pelajar, Satgas TMMD berupaya membangun fondasi karakter generasi muda di wilayah sasaran.
Pembangunan jalan dan infrastruktur di Mangsang Maju diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. Namun, pembangunan manusia juga menjadi investasi penting agar generasi penerus mampu menjaga dan mengembangkan hasil pembangunan tersebut.
Penyuluhan bela negara kepada siswa SMA Negeri 16 Mangsang pun menjadi bagian dari upaya tersebut.
Para pelajar tidak hanya diajak memahami apa arti bela negara, tetapi juga bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat bela negara, kata Letda Inf Rio Afrino, pada akhirnya bukan sekadar pengetahuan yang disampaikan di ruang kelas. Nilai tersebut harus diwujudkan dalam perilaku nyata.
Mulai dari disiplin, bertanggung jawab, menghormati sesama, menjaga persatuan, menjauhi tindakan negatif, hingga berprestasi di bidang masing-masing.
Dengan demikian, pembangunan melalui TMMD ke-130 tidak berhenti pada perubahan fisik wilayah. Lebih jauh, program tersebut juga diarahkan untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki wawasan kebangsaan, karakter kuat, dan kesadaran untuk ikut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


.jpg)












