BATAM — Peluh masih terlihat di wajah para prajurit Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0316/Batam. Tubuh lelah setelah bekerja sejak pagi belum sepenuhnya pulih.
Namun begitu anak-anak warga Kavling Mangsang Maju datang mendekat, suasana berubah.
Selasa (20/10/2026), di sela waktu istirahat, anak-anak terlihat begitu akrab dengan para anggota Satgas. Mereka tidak lagi canggung. Bahkan, beberapa di antaranya tampak manja, bercanda dan mencari perhatian prajurit yang sudah mereka kenal selama pelaksanaan TMMD.
Senyum dan tawa pun pecah.
Para prajurit yang semula duduk beristirahat tak keberatan melayani tingkah polos anak-anak. Ada yang mengajak berbicara, bercanda, memberikan edukasi, hingga sekadar menemani mereka bermain.
Kedekatan itu terlihat begitu natural.
Anak-anak seperti menemukan sosok kakak atau keluarga baru di antara para prajurit. Sementara bagi Satgas, keceriaan mereka menjadi obat sederhana setelah tubuh terkuras oleh pekerjaan.
Salah seorang anggota Satgas TMMD 130, Serma Minarto, mengatakan dirinya bersama rekan-rekan prajurit merasa senang melihat anak-anak sudah begitu dekat dan tidak sungkan lagi kepada mereka.
“Anak-anak sekarang sudah tidak malu-malu lagi. Mereka datang, bercanda, bahkan manja kepada kami. Justru itu yang membuat kami senang,” ujar Minarto.
Menurutnya, keakraban tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Satgas TMMD telah diterima dengan baik oleh masyarakat.
“Lelah pasti ada. Tetapi kalau anak-anak datang dengan senyum dan bercanda seperti ini, lelah rasanya hilang. Kami merasa seperti bersama keluarga sendiri,” katanya.
Bagi anak-anak Mangsang Maju, para prajurit mungkin hanya orang-orang yang setiap hari mereka lihat bekerja di lingkungan tempat tinggal mereka.
Namun dari hari ke hari, kedekatan itu tumbuh menjadi rasa nyaman.
Mereka tak lagi sekadar melihat seragam loreng sebagai simbol prajurit. Mereka melihat ada orang-orang yang mau tersenyum, mendengarkan cerita, bercanda dan meluangkan waktu untuk mereka.
Begitu pula bagi Satgas.
Di tengah target pembangunan yang harus dikejar, tawa anak-anak menjadi jeda yang menyenangkan. Sebuah pengingat bahwa TMMD bukan hanya soal membangun jalan dan fasilitas, tetapi juga membangun hubungan dari hati ke hati.
Ketika waktu istirahat selesai, para prajurit kembali bekerja.
Anak-anak pun perlahan meninggalkan mereka.
Tetapi senyum masih tertinggal di wajah para prajurit.
Karena terkadang, yang paling mampu menghilangkan lelah bukanlah waktu istirahat yang panjang, melainkan tawa polos anak-anak yang sudah menganggap para prajurit sebagai bagian dari keluarga mereka.


.jpg)












